Rabu, 03 April 2013

Minum Minyak Ikan Dua Kali Seminggu Dapat Cegah Risiko Stroke




Jakarta - Sejak lama diketahui konsumsi ikan dapat membantu kecerdasan otak. Karena itu ikan sering juga dikonsumsi oleh anak-anak. Tidak hanya dagingnya, sebuah penelitian baru menemukan bahwa kandungan minyak dalam ikan juga bermanfaat lebih untuk kesehatan.

Seperti yang dilansir HuffingtonPost, minyak ikan diketahui dapat mencegah risiko terkena stroke. Suplemen alami ini dianjurkan untuk dikonsumsi dua kali dalam seminggu. Ikan yang banyak mengandung minyak adalah salmon, makarel dan trout.

Tim peneliti dari berbagai negara terlibat dalam penelitian Internasional ini, dan salah satunya adalah Dr. Rajiv Chowdhury dari India. Mereka meneliti hubungan antara minyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3 dengan risiko stroke dan gejalanya.

Hampir sekitar 800.000 responden dari 15 negara terlibat dalam penelitian ini. Tiap harinya dikontrol asupan pola makannya, terutama untuk konsumsi ikan. Jenis dan banyaknya ikan yang dikonsumsi juga diamati.

Hasilnya beberapa responden memiliki pola makan yang baik. Dan mereka makan ikan dua hingga empat porsi dalam seminggu. Dengan begitu risiko terkena strokepun menurun hingga 6%, dibandingkan dengan responden yang hanya makan satu porsi ikan dalam seminggu.

Minyak ikan sudah banyak tersedia dalam bentuk sirup atau kapsul. Atau bisa juga konsumsi langsung. Jenis ikan yang banyak mengandung minyak antara lain salmon, makarel, throut, sarden, tuna dan ikan teri.

Rabu, 20 Februari 2013

6 Tips Memilih Suplemen Minyak Ikan yang Berkualitas


Sangat penting bagi orang yang memiliki risiko penyakit jantung dalam memilih suplemen minyak ikan untuk mengurangi risiko penyakit jantungnya.
Berikut adalah panduan memilih suplemen minyak ikan yang berkualitas untuk mendapatkan manfaat yang optimal:
1. Transparansi dan Kejujuran Label
Label suplemen minyak ikan harus memberikan informasi gizi yang jelas dan spesifik.
Kandungan asam lemak omega-3 yang paling penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung adalah EPA dan DHA.
Oleh karena itu, jumlah kandungan EPA dan DHA di label kemasan harus tertera secara jelas. Untuk orang yang memiliki risiko penyakit jantung koroner, American Heart Association merekomendasikan kandungan EPA+DHA setidaknya 1 gr.
Pada minyak ikan yang berkualitas baik, konsentrasi asam lemak omega-3 bisa mencapai 70% dengan rasio EPA : DHA sebesar 1,4 : 1. Perbandingan ini merupakan rasio alami yang ditemukan pada ikan.
Namun bisa jadi rasio ini akan berbeda pada berbagai produk. Tidak mengapa, karena sampai sekarang belum ada bukti konklusif mengenai rasio yang tepat.
Selain itu harus disertakan pula informasi mengenai jenis ikan apa yang digunakan untuk mengekstrak minyak.
Jenis ikan yang biasa digunakan diantaranya adalah ikan salmon, anchovies, sarden, dll.
2. Proses Manufaktur dan Lokasi
Anda tidak perlu menjadi ilmuwan untuk membedakan proses manufaktur. Carilah kata molecular distillation (distilasi molekuler) sebagai kata kunci yang sangat penting.
Selain prosesnya, perhatikan juga spesifikasi fasilitas manufakturnya. Untuk produk yang diberi label grade farmasi (pharmaceutical grade), manufaktur membutuhkan fasilitas GMP.
Fasilitas GMP adalah jenis fasilitas yang digunakan untuk obat yang membutuhkan resep dengan kualitas kontrol yang ketat.
Minyak ikan yang diproduksi dekat dengan sumber ikan biasanya akan menghasilkan produk dengan kesegaran maksimal.
3. Sumber Ikan
Penting untuk mengetahui dari mana sumber ikan berasal. Beberapa suplemen minyak ikan mungkin menggunakan ikan yang diternakkan yang memiliki kadar asam lemak omega-3 yang sangat rendah.
Ikan dari perairan dingin laut Arctic, dianggap memiliki kadar racun yang rendah dan kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi.
4. Standar Internasional
Tujuan ditetapkannya standar adalah untuk melindungi konsumen. Standar kualitas minyak ikan bisa dicari dengan menggunakan standar internasional.
Standar yang biasa digunakan misalnya adalah yang ditetapkan oleh negara-negara Eropa yaitu European Pharmacopoeia Standard (EPS) atau International Fish Oil Standards (IFOS).
Standar ini menjamin kualitas produk dengan menetapkan kadar maksimal yang diperbolehkan terhadap kandungan peroksida, logam berat, dioxin, furan, dan PCB.
5. Penghargaan
Minyak ikan adalah salah satu produk yang banyak digunakan dan menjadi mainstream di masyarakat.
Oleh karena itu ada baiknya untuk mencari perusahaan besar dan terkemuka yang berhasil mendapatkan penghargaan internasional daripada menggunakan produk dari perusahaan yang relatif baru.
6. Efektivitas Harga
Hal yang juga perlu diperhatikan dalam memilih produk minyak ikan adalah harganya.
Produk minyak ikan yang membutuhkan dana sekitar Rp 200-400 ribu per bulan adalah harga yang pantas dikeluarkan untuk produk yang memenuhi syarat konsentrasi, kemurnian, dan kesegaran

Kamis, 30 Agustus 2012

Penyakit Jantung Koroner


Arteri koroner adalah pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan bagi sel-sel jantung. Penyakit jantung koroner terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut tersumbat atau menyempit karena endapan lemak, yang secara bertahap menumpuk di dinding arteri. Proses penumpukan itu disebut aterosklerosis, dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner.
Kurangnya pasokan darah karena penyempitan arteri koroner mengakibatkan nyeri dada yang disebut angina, yang biasanya terjadi saat beraktivitas fisik atau mengalami stress. Bila darah tidak mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, penderita dapat mengalami serangan jantung yang mematikan. Serangan jantung tersebut dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang beristirahat.
Penyakit jantung koroner juga dapat menyebabkan daya pompa jantung melemah sehingga darah tidak beredar sempurna ke seluruh tubuh (gagal jantung). Penderita gagal jantung akan sulit bernafas karena paru-parunya dipenuhi cairan, merasa sangat lelah, dan bengkak-bengkak di kaki dan persendian.

Faktor Risiko

1. Kadar Kolesterol Tinggi.
Penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan lemak pada dinding arteri koroner, yang terdiri dari kolesterol dan zat buangan lainnya. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner, Anda harus menjaga kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang secara alamiah dihasilkan tubuh dan bermanfaat bagi pembentukan dinding sel dan hormon. Dua pertiga kolesterol diproduksi oleh hati (liver), sepertiga lainnya diperoleh langsung dari makanan. Kolesterol diedarkan dalam darah melalui molekul yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu low-density lipoprotein (LDL), and high-density lipoprotein (HDL).
LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh. HDL berfungsi sebaliknya, mengangkut kelebihan kolesterol ke hati untuk diolah dan dibuang keluar. LDL yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan kolesterol pada dinding arteri sehingga disebut “kolesterol jahat”. Kadar LDL yang optimal adalah 100- 129 mg/dL. Kelebihan LDL menyebabkan HDL “kewalahan” membuang kolesterol yang berlebih. Total kolesterol yang dianjurkan (HDL + LDL) adalah di bawah 200 mg/dL (border line = 240).
2. Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi.
Tekanan darah tinggi menambah kerja jantung sehingga dinding jantung menebal/kaku dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Ada dua pengukuran tekanan darah. Tekanan sistolik adalah tekanan darah yang memancar dari jantung ke seluruh tubuh. Tekanan diastolik adalah tekanan darah yang kembali mengisi jantung. Secara umum orang dikatakan menderita hipertensi bila tekanan darah sistolik/diastoliknya di atas 140/90 mmHg.

3. Trombosis.
Trombosis adalah gumpalan darah pada arteri atau vena. Bila trombosis terjadi pada pembuluh arteri koroner, maka Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner. Trombosis biasanya berada pada dinding pembuluh yang menebal karena aterosklerosis. Merokok meningkatkan risiko trombosis hingga beberapa kali lipat.
4. Kegemukan.
Kegemukan (obesitas) meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes. Orang yang kegemukan juga cenderung memiliki kadar HDL rendah/LDL tinggi.
5. Diabetes mellitus.
Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, terlebih bila kadar gula darah tidak dikontrol dengan baik. Dua pertiga penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung dan gangguan kardiovaskuler lainnya.
6. Penuaan.
Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring usia. Semakin tua, semakin menurun efektivitas organ-organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskulernya. Lebih dari 80 persen penderita jantung koroner berusia di atas 60 tahun. Laki-laki cenderung lebih cepat terkena dibandingkan perempuan, yang risikonya baru meningkat drastis setelah menopause.
7. Keturunan.
Risiko Anda lebih tinggi bila orang tua Anda juga terkena penyakit jantung koroner, terlebih bila mulai mengidap di usia kurang dari 60 tahun.

Cara Mengurangi Risiko

Meskipun tidak dapat melawan penuaan dan mempengaruhi garis keturunan, Anda dapat melakukan hal berikut untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner:
  • Mengurangi konsumsi daging berlemak jenuh tinggi.
  • Memperbanyak makan buah, sayuran dan biji-bijian yang mengandung antioksidan tinggi (Vitamin A, C dan E). Antioksidan mencegah lemak jenuh berubah menjadi kolesterol.
  • Menghindari stress. Stress dapat menimbulkan ketidakseimbangan fungsi tubuh, meningkatkan tekanan darah serta membuat Anda merokok dan makan berlebihan.
  • Tidak merokok dan minum kopi berlebihan.
  • Rajin berolah raga. Olah raga aerobik selama 30 menit setiap hari, 3-4 kali seminggu dapat memperkuat jantung, membakar lemak dan menjaga kesimbangan HDL dan LDL.
untuk konsultasi & info lebih lanjut bisa menghubungi :

ALIF IRFANTO
0878.3495.7700 / 0896 4786 2725 / 0853 2717 2797
PIN BB 25641e03

Kamis, 02 Agustus 2012

Stroke Tak Mengenal Usia

Stroke Sudah Jadi Penyakit Anak Muda

Penyakit Stroke Kini Lebih Didominasi Oleh Kaum Muda.
Stroke yang biasa dikenal sebagai penyakit orangtua kini sudah menjadi penyakit anak muda. Riset menunjukkan bahwa penyakit stroke kini lebih didominasi oleh kaum muda daripada kaum tua. Kabar baik bagi orangtua, tapi tidak bagi yang masih ingin punya umur panjanObesitas dan hipertensi  adalah dua penyebab yang paling disalahkan. Jika dahulu stroke banyak diderita orangtua, kini orang muda yang berisiko paling tinggi menderita penyakit yang menyebabkan pendarahan di otak dan kelumpuhan organ ini.
Menurut hasil studi, selama 3 tahun ke belakang, kecenderungan penderita stroke berusia 60 atau 70-an tahun menurun sedangkan penderita stroke berusia 20 hingga 45-an tahun meningkat. Stroke harusnya tidak menjadi penyakit kaum muda karena penyakit ini berkembang cukup lama sebelum menyerang seseorang. Penyakit ini adalah hasil dari ada yang kita lakukan di masa lalu. Jika kaum muda sekarang sudah kena stroke, artinya kebiasaan sejak kecilnya sudah tidak benar.
Fenomena peningkatan kasus stroke pada kaum muda dan faktor penyebabnya pun diakui oleh Brian Silver dari the American Stroke Association. Obesitas akan meningkatkan kerja jantung, memicu hipertensi, menyebabkan resistensi hormon insulin dan akhirnya diabetes. Semua faktor itu sudah pasti menyebabkan stroke. Stroke kecil saja di otak bisa menyebabkan gangguan ingatan dan masalah lainnya. Untuk mengurangi risiko stroke, seseorang perlu mengontrol tekanan serta gula darah agar tetap normal, dan tentunya yang paling penting adalah olahraga rutin. Pusat-pusat pelayanan stroke pun perlu diperbanyak agar penderita stroke tetap bisa mendapat konsultasi untuk penyembuhannya.
Suami Lebih Berisiko Kena Stres Daripada Istri.
Suami lebih berisiko kena stres daripada istri ketika harus mengurus pasangannya yang sakit atau tidak mampu. Ini karena suami tidak siap dan tidak terbiasa merawat seseorang. Pasangan yang paling stres berisiko mengalami stroke paling tinggi. Partisipan ditanya berapa lama dalam seminggu mereka merasa depresi, sedih atau menangisi keadaan. Faktor lain seperti usia, tekanan darah tinggi, kolesterol, kebiasaan merokok atau penyakit diabetes telah diperhitungkan dalam studi ini.
Hasilnya menunjukkan, suami lebih cepat stres dan lebih tinggi 23 % kena stres dibanding istri. Stres tersebut berisiko 26,9% menjadi stroke selama 10 tahun. Perempuan lebih siap dan terbiasa merawat seseorang dibanding laki-laki, jadi lebih sedikit yang kena stres. Risiko stres yang dialami suami lama kelamaan bisa berkembang menjadi stroke, umumnya 2 tahun setelah mengalami stres. Hal ini didukung oleh peneliti Swedia yang mengatakan, hanya tiga perempat penderita stroke yang tetap minum obat untuk mencegah stroke baru.
Sebanyak 26 persen berhenti mengonsumsi obat darah tinggi, 44%berhenti mengonsumsi statin dan 36 % berhenti dari pengobatan jantung. Banyak pasien yang merasa tidak perlu obat lagi karena merasa sudah agak baikan atau sembuh. Tapi dokter juga harus disalahkan karena tidak memaksa atau memberi edukasi pasien tentang pentingnya minum obat rutin dan terus menerus hingga benar-benar sembuh.
Penyebab Penyakit Stroke.
Banyak kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan stroke, tetapi awalnya adalah dari pengerasan arteri atau yang disebut juga sebagai arteriosklerosis. Jangan berpikir bahwa penyumbatan pembuluh darah itu terjadi sebagai proses penuaan yang wajar. karena arteriosklerosis merupakan akibat dari gaya hidup modern yang penuh stres, pola makan tinggi lemak, dan kurang berolahraga. Ketiganya sebenarnya tergolong dalam faktor risiko yang dapat dikendalikan.

Faktor Risiko Tak Terkendali.
- Usia
- Jenis kelamin
- Keturunan-sejarah stroke dalam keluarga

Faktor Risiko Terkendali.
- Hipertensi
- Penyakit jantung
- Diabetes
- Kadar kolesterol darah
- Merokok
- Alkohol berlebihan
- Obat-obatan terlarang
- Cedera kepala dan leher
- Infeksi

untuk konsultasi & info lebih lanjut bisa menghubungi :

ALIF IRFANTO
0878.3495.7700 / 0896 4786 2725 / 0853 2717 2797
PIN BB 25641e03



Rabu, 25 Juli 2012

Power Mix

Power Mix




POWER MIX Colostrum Milk Powder
Susu colostrum yang kaya dengan protein terutama Imunoglobulin  IgG, IgA, IgM dan IgE yang merupakan faktor utama dalam kekebalan tubuh. Setiap bungkusnya mengandung Imunoglobulin G sebanyak 45 gr

PENGHARGAAN :
Penghargaan dan Sertifikat Power Mix
  • Tahun 1996 mendapatkan Award for Best New Product (Penghargaan sebagai Product baru terbaik) untuk kategori Foods for Medical Use Dari AANM (American Asso ciation of Nutritional Medicine)
  • Mendapatkan Certificate of Health and Free Sale dari Colorado Health Council, Terdaftar di Badan POM ( Pengawasan Obat & Makanan)
    MANFAAT:
    1. Penyakit Alergi
    2. Penyakit –Penyakit Kronis
    3. Meningkatkan Immune System
    4. Bergizi tinggi, cocok untuk wanita hamil dan anak-anak
    5. Depresi
    6. Hipertensi, Stroke, Arthritis, GOUT, Asma, Cancer, Hepatitis, Saluran pencernaan
    7. Diabetes
    8. Penyakit Kulit
    9. Menopause
    HARGA 120 / Sachet

    INFO LEBIH LANJUT DAN PEMESANAN :
    ALIF IRFANTO
    0878 3495 7700 / 0857 2681 1010 / 0853 2717 2797 
    PIN BB : 25641E03







    untuk konsultasi & info lebih lanjut bisa menghubungi :

    ALIF IRFANTO
    0878.3495.7700 / 0896 4786 2725 / 0853 2717 2797
    PIN BB 25641e03



    PRODUK – PRODUK SUN HOPE YANG LAIN
    -          SUN HOPE SOD (Anti Kanker)